Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

  • Kelembagaan menurut Koentjaraningrat (1997) menunjuk kepada sesuatu yang bersifat mantap (established) yang hidup (constitued) di dalam masyarakat. Suatu kelembagaan adalah suatu pemantapan perilaku (ways) yang hidup pada suatu kelompok orang. Ia merupakan sesuatu yang stabil, mantap, dan berpola; berfungsi untuk tujuan-tujuan tertentu dalam masyarakat; ditemukan dalam sistem sosial tradisional dan modern, atau bisa berbentuk tradisional dan modern; dan berfungsi untuk mengefisienkan kehidupan sosial.
  • Asosiasi merupakan (1) persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang atau (2) perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama;
  • Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer. Dapat dikatakan juga birokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dijalankan oleh makan pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hirarki dan jenjang jabatan. Cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban, serta menurut tata aturan (adat dan sebagainya) yang banyak liku-likunya dan sebagainya.
  • Organisasi merupakan kelompok orang dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama, memiliki struktur dan aturan didalamnya.
  • Perbedaan antara kelembagaan dan organisasi

(1) Kelembagaan cenderung tradisional, sedangkan organisasi cenderung modern (Uphhof, 1986), (2) Kelembagaan dari masyarakat itu sendiri dan organisasi datang dari atas. Menurut Tjondronegoro lembaga semakin mencirikan lapisan bawah dan lemah, dan organisasi mencirikan lapisan tengah dengan orientasi ke atas dan kota. (3) Kelembagaan dan organisasi berada dalam satu kontinuum, dimana organisasi adalah kelembagaan yang belum melembaga (Uphoff, 1986), (4) Organisasi merupakan bagian dari kelembagaan (Binswanger dan Ruttan, 1978). Dalam konteks ini, organisasi merupakan organ dalam suatu kelembagaan. Keberadaan organisasi menjadi elemen teknis penting yang menjamin beroperasinya kelembagaan.

  • Ciri-ciri :

Tiap kelembagaan memiliki tujuan tertentu, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki pola perilaku tertentu serta nilai-nilai dan norma yang sudah disepakati yang sifatnya khas. Tiap kelembagaan dibangun untuk satu fungsi tertentu. Memiliki tradisi tertulis  atau tidak tertulis tertentu. Dan memiliki kekekalan.

  • Manfaat : Mengatur masyarakat dan mengefisienkan kehidupan social.
  • Fungsi :

(a)                Memberi pedoman berprilaku pada individu/masyarakat, (b) menjaga keutuhan, (c)member pegangan kepada masyarakt untuk mengadakan control social dan (d) memenuhi kebutuhan pokok manusia/masyarakat.

  • Tujuan : Untuk mengatur antarhubungan yang diadakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang paling penting

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pemasaran telah menyentuh kita semua dalam kehidupan sehari-hari. Pemasaran dengan sistem dan aktivitasnya mapu mengakrabkan kita dengan perusahaan dan nama-nama merek produk yang ditawarkan. Saat ini dalam aspek pemasaran tidak hanya mengarah pada funsi produk saja, namun akan lebih fokus pada pertempuran promosi atau berkomunikasi dengan pasar. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan komunikasi yang unik agar produknya dapat diterima atau setidaknya dikenal oleh pasar. Akibatnya konsumen memiliki kecenderungan untuk memilih produk mana yang akan dikonsumsi dan mana yang tidak. Perubahan tersebut berpengaruh pada perilaku pembelian konsumen terhadap kebutuhan mereka, baik primer maupun sekunder. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen antara lain faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis konsumen (Kotler, 2005).

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang tidak dapat secara langsung dikendalikan oleh perusahaan harus dicari informasinya semaksimal mungkin agar perusahaan bisa mempengaruhinya. Menurut Umar (2005) perilaku konsumen sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan membeli yang tahapnya dimulai dari pengenalan masalah, yaitu berupa desakan yang membangkitkan tindakan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya. Selanjutnya tahap pencarian informasi tentang produk dan jasa yang dibutuhkan, yang dilanjutkan dengan tahap evaluasi alternatif yang berupa penyeleksian. Tahap berikutnya adalah tahapan keputusan pembelian dan diakhiri dengan perilaku sesudah pembelian, dimana membeli lagi atau tidak tergantung dari tingkat kepuasan yang didapat.

Perusahaan sebagai pemasar sadar bahwa saat ini mereka lebih dari sekedar mengembangkan produk yang berkualitas, harga yang terjangkau, dan atau jalur distribusi potensial, tetapi mereka juga harus berkomunikasi dengan para pelanggannya, baik yang sekarang maupun yang akan datang (calon pelanggan). Perusahaan melihat betapa pentingnya komunikasi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Duncan (2005) mengatakan perusahaan harus mempercayai bahwa membangun hubungan kepercayaan dengan pelanggan akan dapat mempegaruhi angka penjualan dan pendapatan. Memperbaiki dan mempertahankan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya perlu terus dibina (Umar, 2005). Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang harus dilakukan perusahaan adalah menyusun strategi komunikasi pemasaran yang efektif dan mengimplementasikannya dengan serius. Tujuannya yaitu untuk mengenalkan keunggulan-keunggulan dari suatu produk kepada konsumen, sehingga produk tersebut memperoleh perhatian dari konsumen.

Komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication) merupakan konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah rencana yang komprehensif (Kotler, 2005). Duncan (2005) menyebutkan bahwa yang termasuk ke dalam bentuk komunikasi pemasaran terpadu antara lain periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat dan penjualan langsung, kemasan, sponsorship dan customer service. Dari beberapa pengertian yang ada, penulis menentukan bahwa bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan dalam penelitian antara lain periklanan, promosi penjualan, publisitas, hubungan masyarakat dan sponsorship, dan penjualan langsung.

Industri seluler merupakan salah satu industri yang memiliki perkembangan yang sangat pesat dalam pertumbuhannya. Yang menarik dari pertumbuhan industri seluler adalah terjadinya pertempuran promosi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan operator seluler di Indonesia di berbagai media. Masing-masing berinovasi pada produknya dan mengkomunikasikannya kepada pelanggan yang sudah ada saat ini dan calon pelanggan yang diantaranya merupakan pangsa pasar pesaingnya. Pertempuran promosi kini semakin sengit karena masing-masing perusahaan menawarkan atribut produk yang sangat menarik.

PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) adalah sebuah perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Mentari, Matrix, IM3, dan StarOne). Indosat selalu berusaha menjalin hubungan dan komunikasi dengan pasar serta membaca keinginan pasar dan memenuhinya melalui inisiatif pemasaran yang akan dan atau sudah dilakukan.

Indosat melakukan beberapa bentuk komunikasi pemasaran yang unik dan menarik dalam upayanya menjalin komunikasi dan menawarkan produk kepada pelanggan dan calon pelanggannya, antara lain periklanan, promosi penjualan, publisitas, hubungan masyarakat dan sponsorship, dan penjualan langsung.

Melihat banyaknya varian bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Indosat, khusunya IM3, pada penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah kegiatan promosi atau bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan Indosat berpengaruh pada pengambilan keputusan konsumen menggunakan simcard IM3, dan bentuk komunikasi pemasaran manakah yang memiliki pengaruh paling dominan untuk selanjutnya dapat menjadi bahan masukan bagi perumusan strategi pemasaran perusahaan selanjutnya.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan paparan yang telah dijelaskan pada bagian latar belakang, permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini antara lain:

  1. Bagaimana pengaruh komunikasi pemasaran terhadap keputusan mahasiswa dalam menggunakan simcard IM3?
  2. Variabel komunikasi pemasaran manakah yang dominan mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam menggunakan simcard IM3?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

  1. Menganalisis pengaruh komunikasi pemasaran terhadap keputusan mahasiswa dalam menggunakan simcard IM3.
  2. Mengidentifikasi variabel komunikasi pemasaran mana yang mempunyai pengaruh dominan keputusan mahasiswa dalam menggunakan simcard IM3.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah;

  1. Bagi Penulis

Diperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis dari upaya identifikasi permasalahan yang berhubungan dengan komunikasi pemasaran yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam menggunakan simcard IM3.

  1. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dan informasi bagi yang berminat melakukan penelitian tentang komunikasi pemasaran.

  1. Bagi Perusahaan

Dapat memberikan informasi bagi perusahaan yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan strategi pemasaran, khususnya komunikasi pemasaran selanjutnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menciptakan kesadaran atau pengetahuan mengenai produk dengan berbagai atributnya, menginformasikan kelebihan produk, menciptakan citra produk, atau menciptakan sikap positif, preferensi, dan keinginan membeli produk bersangkutan (Morissan, 2007). Duncan (2005) menyebutkan bahwa yang termasuk dalam bentuk komunikasi pemasaran terpadu antara lain periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan perseorangan, hubungan masyarakat dan penjualan langsung, kemasan, sponsorship dan customer service.

Menurut Lovelock dan Wright (2005) tugas-tugas yang diserahkan untuk komunikasi pemasaran mencakup:

  1. Menginformasikan dan mendidik calon pelanggan tentang perusahaan dan barang dan jasa yang ditawarkan.
  2. Membujuk pasar sasaran bahwa produk jasa tertentu menawarkan solusi terbaik bagi kebutuhan-kebutuhan mereka, dibandingkan dengan yang ditawarkan perusahaan pesaing.
  3. Mengingatkan kembali pelanggan tentang produk tersebut dan memotivasi mereka untuk bertindak.
  4. Memelihara hubungan dengan pelanggan yang sudah ada dan memberikan berita terbaru dan informasi lebih lanjut tentang bagaimana mendapatkan hasil terbaik dari produk-produk perusahaan tersebut.

Kotler (2005) menjelaskan tahap-tahap yang dapat dilakukan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif, yaitu:

  1. Identifikasi pendengar sasaran

Pendengar sasaran akan sangat mempengaruhi keputusan perusahaan tentang apa yang harus dikatakan, bagaimana mengatakannya, kapan mengatakannya, dimana mengatakannya, dan kepada siapa mengatakannya.

  1. Tentukan tujuan komunikasi

Tujuan komunikasi yang dimaksud diantaranya membangun kesadaran konsumen akan perusahaan dan produk, memberikan informasi dan pengetahuan mengenai perusahaan dan produk, membenahi masalah yang ada dan mengkomunikasikannya, membangun keyakinan konsumen akan produk, mendorong konsumen melakukan pembelian dan sebagainya.

  1. Rancanglah pesan

Perumusan pesan akan memerlukan pemecahan empat masalah yaitu apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya secara simbolis (format pesan), dan siapa yang seharusnya mengatakannya (sumber pesan).

  1. Pilih saluran komunikasi

Saluran komunikasi dapat bersifat pribadi (melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi langsung dengan tatap muka, telepon atau email) atau non-pribadi (mencakup media, atmosfir dan acara-acara).

  1. Tetapkan anggaran total komunikasi pemasaran

Beberapa metode yang dapat digunakan yaitu metode kesanggupan, metode persentase penjualan, metode keseimbangan persaingan, dan metode tujuan dan tugas.

  1. Putuskan bentuk bauran komunikasi

Bentuk komunikasi pemasaran dapat berupa iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, penjualan pribadi dan pemasaran langsung.

  1. Ukur hasilnya

Setelah menerapkan rencana promosi, perusahaan harus mengukur dampaknya terhadap pendengar sasaran.

  1. Kelola komunikasi pemasaran terpadu

Komunikasi pemasaran terpadu dapat menghasilkan konsistensi pesan yang lebih kuat dan dampak penjualan yang lebih besar.

2.1.1. Periklanan

Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu (Durianto, et al., 2003). Menurut Lovelock dan Wright (2005), iklan adalah bentuk komunikasi nonpribadi yang dilakukan pemasar untuk menginformasikan, mendidik, atau membujuk pasar sasaran. Duncan (2005) menambahkan bahwa iklan baknya digunakan untuk menjangkau sasaran yang luas, menciptakan brand awareness, menjadi sarana pembeda perusahaan dan produknya dari pesaing, dan membangun citra merek perusahaan dan produknya.

Menurut Kotler (2005) sifat-sifat iklan antara lain:

  1. Presentasi umum, yaitu iklan memberikan legitimasi kepada produk dan menyiratkan tawaran yang terstandarisasi.
  2. Daya sebar yang tinggi, yaitu iklan memungkinkan penjual mengulangi pesan berkali-kali dan memungkinkan pembeli menerima dan membandingkan pesan dari berbagai pesaing.
  3. Daya ekspresi yang besar, yaitu iklan memberikan peluang untuk mendramatisir perusahaan dan produknya melalui penggunaan cetakan, suara, dan warna yang berseni.
  4. Impersonalitas, yaitu pendengar tidak merasa wajib memperhatikan atau menanggapi iklan.

Disebutkan Durianto, et al. (2003) bahwa secara umum, tujuan iklan antara lain untuk:

  1. Memberi informasi (informative) kepada khalayak tentang seluk-beluk suatu produk.
  2. Membujuk (persuasive), dilakukan dalam tahap kompetitif untuk membentuk permintaan selektif merek tertentu.
  3. Mengingatkan (reminding), yaitu untuk menyegarkan informasi yang pernah diterima masyarakat.

2.1.2. Promosi Penjualan

Menurut Lovelock dan Wright (2005) promosi penjualan (sales promotion) adalah insentif jangka panjang yang ditawarkan kepada pelanggan dan perantara untuk merangsang pembelian produk. Adapun implementasi dari kegiatan promosi penjualan diantaranya pemberian sampel produk, kupon, diskon jangka pendek, rabat pendaftaran, premium cindera mata, dan undian. Pengertian lain diungkapkan oleh Duncan (2005) mengartikan promosi penjualan sebagai komunikasi pemasaran jangka pendek, sebagai nilai tambah  pada penawaran produk yang didisain untuk memotivasi perilaku pembelian.

Dengan kata lain, promosi penjualan dapat digunakan untuk mendapatkan efek jangka pendek seperti mendramatisir tawaran produk dan meningkatkan penjulan yang telah merosot. Harapannya adalah perusahaan memperoleh tanggapan konsumen yang lebih kuat dan lebih cepat.

2.1.3. Publisitas

Menurut Duncan (2005) publisitas merupakan pemberitaan perusahaan dan produknya oleh media massa tanpa perusahaan harus membayar biaya pemberitaan tersebut. Publisitas biasanya digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan brand awareness.

Publisitas dapat ditampilkan dalam berbagai cara, diantaranya melalui video news release yang ditampilkan melalui siaran berita televisi atau berupa sebuah selingan siaran radio dalam bentuk sales reports atau talkshow. Adapun kelebihan publisitas antara lain:

  1. Memiliki kredibilitas tinggi karena konsumen dibantu memberikan penalaran secara objektif.
  2. Seringkali diikuti oleh pernyataan publik dengan melakukan pembenaran terhadap keunggulan yang dimiliki.
  3. Memiliki kekuatan untuk menarik perhatian dari judul dan foto
  4. Dapat membangkitkan rasa ingin tahu, kebutuhan tersembunyi, dan mendorong konsumen untuk melakukan uji coba produk dan layanan (Kennedy dan Soemanagara, 2006).

2.1.4. Hubungan Masyarakat dan Sponsorship

Menurut (Lovelock dan Wright 2005) hubungan masyarakat adalah upaya merangsang minat yang positif terhadap perusahaan tertentu dan produk-produknya dengan mengirimkan berita baru, melakukan konferensi pers, melaksanakan acara-acara khusus, mensponsori aktivitas yang layak diliput, yang dilakukan oleh pihak ketiga. Menurut Kotler (2005) sifat khusus yang dimiliki oleh kegiatan hubungan masyarakat yang dilakuakan perusahaan sebagai salah satu upaya promosi, yaitu:

  1. Kredibilitas yang tinggi.

Cerita dan kisah yang baru akan lebih otentik dan dapat dipercaya pelanggan dibanding iklan

  1. Kemampuan menangkap pembeli yang tidak hati-hati

Hubungan masyarakat dapt menjangkau calon pelanggan yang lebih suka menghindari wiraniaga dan iklan.

  1. Dramatisasi.

Hubungan masyarakat memiliki kemampuan mendramatisir suatu perusahaan atau produk.

2.1.5. Penjualan Langsung

Menurut Duncan (2005) penjualan langsung (direct selling) adalah bentuk komunikasi interaktif yang tujuannya untuk memotivasi respon pembelian kepada pelanggan dan calon pelanggan. Menurut Belch dan Belch dalam Kennedy dan Soemanagara (2006) penjualan langsung merupakan sistem komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk memperoleh respon atau transaksi yang terjadi secara langsung dalam waktu yang singkat.

  1. Tidak umum. Pesan ditujukan hanya ada satu orang tertentu
  2. Disesuaikan dengan orangnya. Pesan dapat dipersiapkan agar menarik bagi orang yang dituju.
  3. Mutakhir. Pesan dapat dipersiapkan dengan sangat cepat
  4. Interaktif. Pesan dapat diubah bergantung pada tanggapan orang yang dituju

2.2. Konsumen dan Perilaku Konsumen

Sumarwan (2002) mendefinisikan konsumen sebagai individu atau organisasi yang membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri atau untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasi. Baik konsumen individu maupun organisasi memegang peranan yang sama pentingnya. Namun, konsumen individulah yang langsung mempengaruhi kemajuan dan kemunduran perusahaan. Produk sebaik apapun tidak akan ada artinya bagi perusahaan jika  tidak dibeli oleh konsumen individu. Konsumen individu sendiri memiliki keragaman meliputi usia, latar belakang budaya, pendidikan dan keadaan sosial ekonomi lainnya.

Menurut Engel, et.al (1994), perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Schiffman and Kanuk (1994) mendefinisikan perilaku konsumen (consumen behavior) sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk yang diharapkan akan memuaskan kebutuhan hidup. American Marketing Association (AMA) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan. Ada tiga ide penting di dalamnya, yaitu:

  1. Perilaku konsumen adalah dinamis
  2. Perilaku konsumen melibatkan interaksi
  3. Perilaku konsumen melibatkan pertukaran

2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk

Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis (Kotler, 2005). Adapun penjelasan dari masing-masing faktor adalah sebagai berikut:

  1. Faktor budaya

Budaya, sub budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian.

  1. Faktor sosial

Selain faktor budaya, perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial.

  1. Faktor pribadi

Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

  1. Faktor psikologi

Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.

Menurut Duncan (2005) komunikasi pemasaran diyakini dapat mempengaruhi keputusan pembelian konnsumen, maka dari itu pemasar harus merancang pesan yang dapat dipahami dan menimbulkan dampak positif terhadap produk. Hal pertama yang harus dilakukan pemasar adalah memahami kebutuhan konsumen, baik yang sekarang maupun yang akan datang dan memperkirakan respon apa yang akan mereka berikan terhadap bentuk komunikasi yang dilakukan.

2.4. Hubungan antara Komunikasi Pemasaran dengan Keputusan Pembelian

Menurut Tjiptono (1997), pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Respon atau tanggapan konsumen sebagai komunikan meliputi:

  1. Efek kognitif, yaitu membentuk kesadaran informasi tertentu.
  2. Efek afeksi, yaitu memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu. Yang diharapkan adalah realisasi pembelian.
  3. Efek konatif atau perilaku, yaitu membentuk pola khalayak menjadi perilaku selanjutnya. Yang diharapkan adalah pembelian ulang.

Menurut Tjiptono (1997), tujuan komunikasi pemasaran dan respon khalayak berkaitan dengan tahap-tahap dalam proses pembelian yang terdiri atas:

  1. Menyadari (awareness) produk yang ditawarkan
  2. Menyukai (interest) dan berusaha mengetahui lebih lanjut
  3. Mencoba (trial) untuk membandingkan dengan harapannya, khusus dalam produk berupa jasa tidak bisa dicoba terlebih dahulu
  4. Mengambil tindakan (act) membeli atau tidak membeli
  5. Tindak lanjut (follow up) membeli kembali atau pindah merek

2.5. PT Indosat, Tbk

PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. atau Indosat adalah sebuah perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi internasional terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Mentari, Matrix, IM3, dan StarOne). Indosat didirikan pada tahun 1967 dan memiliki kantor pusat di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta. Produk-produk Indosat secara keseluruhan anatara lain: satelit, telepon nirkabel seluler, aplikasi, content dan datacomm, properti dan konstruksi.

Indosat yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan multimedia di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya dalam hal kemungkinan timbulnya pertanyaan seputar telekomunikasi (seluler, SLI), pengaduan, panduan berlangganan, pembelian kartu perdana prabayar baik GSM, CDMA, kartu prabayar internet ataupun voucer isi ulang dan pembayaran tagihan langsung di tempat. Indosat menyediakan kantor pelayanan Indosat (Satelindo Direct dan Galeri Indosat-M3) yang sekarang sudah menjadi Galeri Indosat yang sudah banyak tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Indosat memiliki slogan “The Future is here”. Pelaksanaan berbagai bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan Indosat dari tahun ke tahun membuat Indosat memiliki pasar yang cukup besar. Berdasarkan data tahun 2006, Indosat menguasai 26,9% pasar operator telepon seluler GSM (yakni melalui Mentari dan IM3) dan 3,7% pasar operator CDMA (melalui StarOne). Adapun produk-produk layanan seluler yang dikeluarkan oleh Indosat antara lain Matrix (kartu pascabayar GSM untuk pengguna eksekutif dan umum), Mentari (kartu prabayar GSM untuk pengguna umum), IM3 (kartu prabayar GSM untuk pengguna muda-mudi dan umum) dan StarOne (kartu pascabayar CDMA untuk pengguna muda-mudi dan umum).

2.6. Pengertian IM3

IM3 adalah kartu prabayar dari Indosat yang diklaim sebagai kartu prabayar super hemat. Harga kartu perdananya terjangkau dan tariff SMS dan teleponnya juga murah. Oleh karena itu, pasar sasaran IM3 adalah para muda-mudi. IM3 juga mempunyai banyak fitur yang bermanfaat, mulai dari transfer pulsa serta fasilitas GPRS, MMS, Conference Call dan Call Divert. IM3 juga memiliki jangkauan luas yang didukung oleh Sinyal Kuat Indosat sehingga bisa digunakan di seluruh Indonesia.

IM3 diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2001 di Batam dan dilanjutkan dengan kota-kota besar di Jawa, mulai dari kota Semarang, Surabaya, Bandung, dan akhirnya Jakarta. Pada tanggal 14 November 2001 pelanggan IM3 dapat menggunakan handphone dual band (900 & 1800 MHZ). Frekuensi dual band ini diharapkan dapat menampung pelanggan yang lebih banyak dan mengurangi drop call atau network busy serta dapat meningkatkan kualitas suara. Pelanggan IM3 dapat menggunakan layanan di seluruh Indonesia, selama berada pada jaringan IM3, Sat-C dan Indosat. Hal ini dimungkinkan karena Sinyal Kuat Indosat sebagai hasil merger PT Indosat, PT Indosat Multi Media Mobile & PT Satelindo (www.indosat-m3.com).

BAB III

KERANGKA TEORITIS

3.1. Kerangka Pemikiran

Berdasarkan kerangka pemikiran di bawah ini, konteks penelitian berfokus pada kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan leh PT Indosat, Tbk terhadap salah satu produknya, yaitu simcard IM3. Bentuk kegiatan komunikasi pemasaran tersebut terdiri dari periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan langsung, hubungan masyarakat dan sponsorship. Selain itu, diidentifikasi pula adanya faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen  terhadap simcard IM3, yang selanjutnya dihubungkan dengan bentuk-bentuk komunikasi pemasaran tersebut. Kemudian dilakukan analisis pengaruh komunikasi pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen sehingga diharapkan dapat diketahui apakah komunikasi pemasaran, baik secara simultan maupun parsial, mampu mempengaruhi keputusan pembelian simcard IM3 dan bentuk komunikasi pemasaran mana yang paling berpengaruh pada perilaku konsumen dalam membeli simcard IM3.

Gambar 1. Kerangka Pemikiran

3.2. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:

  1. Periklanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen
  2. Promosi penjualan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen
  3. Publisitas berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen
  4. Penjualan langsung berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen

3.3. Definisi Operasional

  1. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menciptakan kesadaran atau pengetahuan mengenai produk. Bentuk-bentuk komunikasi pemasaran yaitu periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan langsung, serta hubungan masyarakat dan sponsorship.
  2. Periklanan adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menunjang upaya pemasaran.

Indikator empirik:

a)      Isi pesan merupakan materi yang akan disampaikan kepada khalayak. Isi pesan yang disampaikan dalam iklan IM3 mengenai informasi tarif, fitur, undian berhadiah, dll. Isi pesan mempengaruhi keefektifan periklanan.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

b)      Frekuensi penayangan merupakan penayangan iklan IM3 di TV yang berulang-ulang. Frekuensi penayangan mempengaruhi keefektifan periklanan.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

c)      Media iklan merupakan segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebarluaskan pesan-pesan iklan. Iklan IM3 bisa melalui media koran, televisi, radio, spanduk, dsb. Media iklan mempengaruhi keefektifan periklanan.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

d)      Visualisasi iklan (tema, gambar, warna) yang menarik dalam iklan IM3. Visualisasi iklan mempengaruhi keefektifan periklanan.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

e)      Bintang iklan ialah seorang artis yang berperan untuk membantu memperkuat image IM3 dan mempercepat pengenalan produk IM3 ke masyarakat. Bintang iklan mempengaruhi keefektifan periklanan.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

Pengukuran periklanan:

1)      Total skor ≥ 5 = Efektif

2)      Total skor < 5 = Kurang efektif

  1. Promosi penjualan adalah komunikasi pemasaran jangka pendek, sebagai nilai tambah  pada penawaran produk yang didisain untuk memotivasi perilaku pembelian.

Indikator empirik:

a)      Tarif panggilan sesama pengguna (flat call) per detik dan tarif sms yang murah.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

b)      Harga perdana IM3 yang murah.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

c)      Program undian berhadiah yang diadakan IM3.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

d)      Program bonus pulsa dengan jumlah tertentu.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

Pengukuran promosi penjualan:

1)      Total skor ≥ 4 = Efektif

2)      Total skor < 4 = Kurang efektif

  1. Publisitas merupakan pemberitaan perusahaan dan produknya oleh media massa tanpa perusahaan harus membayar biaya pemberitaan tersebut.

Indikator empirik:

a)      Pemberitaan IM3 melalui artikel di surat kabar.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

b)      Citra baik yang dimiliki Indosat.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

c)      Kegiatan penggalangan dana dan acara bakti sosial yang dilakukan IM3.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

Pengukuran publisitas:

1)      Total skor ≥ 3 = Efektif

2)      Total skor < 3 = Kurang efektif

  1. Penjualan langsung adalah sistem komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk memperoleh respon atau transaksi yang terjadi secara langsung dalam waktu yang singkat.

Indikator empirik:

a)      Keramahan wiraniaga.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

b)      Kemampuan wiraniaga dalam menjelaskan tentang IM3.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

c)      Tersedianya pilihan nomor pada penjualan langsung.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

Pengukuran penjualan langsung:

1)      Total skor ≥ 3 = Efektif

2)      Total skor < 3 = Kurang efektif

  1. Hubungan masyarakat dan sponsorship merupakan upaya merangsang minat yang positif terhadap perusahaan tertentu dan produk-produknya dengan mengirimkan berita baru, melakukan konferensi pers, melaksanakan acara-acara khusus, mensponsori aktivitas yang layak diliput, yang dilakukan oleh pihak ketiga.

Indikator empirik:

a)      IM3 dan atau Indosat menjadi sponsor pada berbagai acara (seperti musik, seminar, olahraga, dll).

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

b)      IM3 dan atau Indosat memberikan hadiah dan mendukung pelaksanaan suatu perlombaan.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

c)      IM3 dan atau Indosat member dukungan berupa dana dan fasilitas demi kemajuan ekstrakurikuler di beberapa sekolah.

1)      Nilai ≥ 3 = skor 2 = Efektif

2)      Nilai < 3 = skor 1 = Kurang efektif

Pengukuran Hubungan masyarakat dan sponsorship:

1)      Total skor ≥ 3 = Efektif

2)      Total skor < 3 = Kurang efektif

  1. Keputusan Pembelian Konsumen merupakan kesimpulan terbaik individu konsumen untuk melakukan pembelian.


BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1.     Lokasi Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di lingkungan Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari sembilan Fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Fakultas Ekologi Manusia.

4.2.      Pengumpulan Data

4.2.1.      Metode Pengumpulan Data

Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner untuk dapat diisi oleh responden. Materi kuesioner meliputi bauran komunikasi pemasaran yang menurut konsumen efektif serta bagaimana pengaruh komunikasi pemasaran terhadap perilaku pembelian simcard IM3. Format kuesioner yang digunakan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang kemungkinan jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan responden tidak diberi kesempatan untuk memberikan jawaban lain.

Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan, membaca, dan mempelajari data dari sumber-sumber atau literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini, khususnya mengenai komunikasi pemasaran dan perilaku konsumen.

4.2.2.      Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Institut Pertanian Bogor, mulai dari Tingkat Persiapan Bersama sampai mahasiswa tingkat akhir, pada jenjang pendidikan Strata Satu. Pemilihan mahasiswa sebagai obyek penelitian karena mahasiswa merupakan bagian dari segmentasi pasar IM3. Pemilihan mahasiswa sebagai obyek penelitian juga karena mereka memiliki pikiran terbuka terhadap segala informasi serta memiliki keingintahuan terhadap segala hal yang ada di sekitarnya, termasuk produk kartu seluler. Mahasiswa memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang baik sehingga diasumsikan mereka mempunyai pengetahuan yang cukup untuk memberikan penilaian terhadap produk kartu seluler yang mereka gunakan.

Sampel adalah bagian atau sejumlah cuplikan tertentu yang diambil dari suatu populasi dan diteliti secara rinci (Santoso dan Tjiptono, 2001). Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor Strata Satu yang masih aktif (belum lulus) dari seluruh fakultas dan yang masih menggunakan atau yang pernah menggunakan simcard IM3.

4.2.3.      Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel yang akan dipakai adalah nonprobability sampling berupa incidental sampling. Pemakaian nonprobability sampling berarti tidak memberikan kemungkinan yang sama bagi tiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel. Alasan digunakannya nonprobability sampling adalah karena populasi mahasiswa yang merupakan konsumen simcard IM3 tidak diketahui dengan pasti jumlahnya.

Incidental sampling adalah prosedur sampling yang memilih sample dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai, sehingga siapapun yang ditemui peneliti pada saat melakukan penelitian di lokasi penelitian, memenuhi syarat sebagai responden (Santoso dalam Arifin, 2007).

4.3.     Teknik Analisis Data

Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode skala likert. Menurut Simamora (2004;147), skala likert adalah teknik pengukuran sikap yang paling luas digunakan dalam riset pemasaran. Skala likert dengan menggunakan 4 angka yaitu:

  1. Sangat Berpengaruh dengan skor 4
  2. Berpengaruh dengan skor 3
  3. Kurang Berpengaruh dengan skor 2
  4. Tidak Berpengaruh dengan skor 1

Untuk menganalisis hubungan variabel independen dengan variabel dependen, maka digunakan analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini ada lebih dari satu variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen. Oleh karena itu analisis regresi yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Variabel dependen yang dimaksud adalah keputusan pembelian simcard IM3, sedangkan variabel-variabel independen tersebut diantaranya periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan langsung, serta hubungan masyarakat dan sponsorship.

Data kuantitatif mengenai preferensi konsumen terhadap komunikasi pemasaran IM3 hasil penyebaran kuesioner kepada responden, terlebih dahulu dilakukan editing. Selanjutnya dilakukan pemindahan dari daftar pertanyaan ke lembar tabulasi yang sudah disiapkan. Pengolahan data meliputi editing, coding, entering, cleaning, serta analyzing dengan memakai program komputer Microsoft Exel for Windows. Data yang didapatkan kemudian dilakukan editing, untuk pengecekan kelengkapan pengisian kuesioner. Setelah itu coding di buku kode untuk mempermudah pengolahan data. Sistem scoring dibuat konsisten yaitu semakin tinggi skor semakin tinggi kategorinya.